Jumat, 03 Maret 2017

galau cv

jeenngg..jeeengg
dari dulu pingin punya blog trus nulis kek orang-orang gitu tapi belom pernah kesampean. dan sekarang nyoba beraniin diri buat nulis. walaupun gak tahu mau nulis apa ?-__-
sebenarnya akun blog ini dibuat karena awalnya buat memenuhi tugas mata kuliah teknik komunikasi. jadi mau gak mau harus bikin dan sekarang justru jadi bisa kesampean deh punya blog nyaa^^ #maaf gak penting

nah, jadi ceritanyaa aku besok itu mau nyerahin cv buat dftr  salah 1 unit yang ada di kampusku. unit nya itu bergerak di bidang penelitian dengan beberapa kegiatan-kegiatan. kenapa aku pingin daftar, karena aku ngerasa itu salah satu bekal ku nanti ke depannya. selain itu, aku ngerasa kuliahku gini-gini aja. ilmu yang aku dapetin selama kuliah cuma sebatas teori dan hapalan saja. kadang dosen sering bertanya dengan mahasiswanya tentang materi di mata kuliah sebelumnya untuk review dan kemudian menanyakan beberapa kondisi yang terjadi di masyarakat. trusssss, aku kek gak bisa jawab gituu. bingung mau ngomong apa, trus teori-teori sebelumnya juga pada lupa. jadi intinya selama liburan setelah uas kek langsung terlupakan gitu semua materi-materinya. bluusssshhh
malu banget sama diri sendiri. padahal nilai ya lumayan gede tapi kok bingung mau ngomongnya.
sebenernya di semester ini uda ada praktikum yang berarti disitu kita bisa belajar gimana aplikasiinnya. tapi aku tetep pingin banget punya pengalaman yang bisa bantu aku lebih baik dalam mendalami jurusan kuliahku ini.

dan kegalauanku malem ini adalahh, aku bingung gimana ngisi cv ku ini. karena bingung mau nulis apa lagi. pengalaman masih dikit banget, dan keknya malah gak pantes gitu di masukin k cv nyaa--.--
sebenernya aku ikut salah 1 ukm di kampus ku. tapi aku sekarang jarang aktif lagi karena memang kesalahan ku sendiri hehe. yaa mungkin karena dari awal aku salah, aku memilih ukm yang tidak sesuai dengan diriku. hehe intinya itu salahku. sebenernya ukm nya bagus banget, karena memang keren banget prestasi-prestasinya. salut sama semua pengurus dan anggota-anggotanya^^

intinyaa aku maluuu dengan cv ku ini. aaaaagghh ngapain aja sih bel selama lo hiduppp--.--
semogaaaa, dengan aku ikutt unit ini, aku bisa lebih sadar akan pentingnya pengalaman. jadi hidup nya gak sekedar teori doang isinyaa---
aamiin.

Share:

Sabtu, 07 Januari 2017

EFEK KOMUNIKASI MASSA TERHADAP INDIVIDU, MASYARAKAT SOSIAL DAN KEBUDAYAAN



TUGAS TEKNIK KOMUNIKASI
EFEK KOMUNIKASI MASSA TERHADAP INDIVIDU, MASYARAKAT SOSIAL, DAN KEBUDAYAAN




Disusun Oleh:
Novia Dwi Irnanda                          F100150104
Afiffah Sofia Rahmawati                F100150128
Bella Melinda Hadi                          F100150150


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017



KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam mata kuliah teknik komunikasi.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Surakarta,   Januari 2017
Penyusun


  

DAFTAR ISI


BAB I
PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Dalam kehidupan manusia, setiap harinya manusia tidak dapat terlepas dari kebutuhan akan informasi dari media massa. Khalayak bahkan menuntut diri untuk mengetahui segala bentuk informasi. Oleh karena itu, tidak dipungkiri jika media massa menjadi kebutuhan pokok bagi khalayaknya. Dapat ditegaskan bahwa media massa adalah alat utama dalam komunikasi massa.
Sejak tahun 1964 komunikasi massa telah mencapai publik dunia secara langsung dan serentak. Melalui satelit komunikasi sekarang ini kita dimungkinkan untuk menyampaikan informasi (pesan) berupa data, gambar, maupun suara kepada jutaan manusia di seluruh dunia secara serentak. Perkembangan teknologi komunikasi/informasi yang bergerak cepat membawa kita menuju era masyarakat informasi, dimana hampir segala aspek kehidupan dipengaruhi oleh keberadaan media yang semakin jauh memasuki ruang kehidupan manusia.
Wilbur Schramm menyatakan bahwa luas sempitnya ruang kehidupan seseorang, yang awalnya ditentukan pada kemampuan baca tulis, selanjutnya ditentukan oleh seberapa banyak ia bergaul dengan media massa. Artinya media massa sebagai alat utama dalam komunikasi massa memiliki pengaruh yang signifikan pada kehidupan manusia
Pengaruh komunikasi massa yang di timbulkan kepada kehidupan manusia, pasti ada efek  terhadap individu, masyarakat, dan kebudayaan. Efek yang di timbulkan dapat dari efekk afektif, efek kognitif, hingga efek behavioral. 


B.     Rumusan Masalah

1.   Apakah Komunikasi Massa ?
2.   Bagaimana Efek Komunikasi Massa terhadap Individu ?
3.   Bagaimana Efek Komunikasi Massa terhadap Masyarakat Sosial ?
4.   Bagaimana Efek Komunikasi Massa terhadap Kebudayaan ?

C.    Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui makna dari komunikasi massa, mengetahui efek dari komunikasi massa terhadap individu, masyarakat sosial, dan kebudayaan serta memenuhi tugas mata kuliah Teknik Komunikasi.


BAB II
PEMBAHASAN


A.       Pengertian Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah suatu proses melalui komunikator yang menggunakan media massa untuk menyebarluaskan pesan-pesan secara luas dan terus menerus menciptakan makna-makna serta diharapkan dapat memengaruhi khalayak yang besar dan beragam dengan melalui berbagai cara (DeFleur & McQuail.1985, McQuail.2000). Setiap aspek komunikasi massa adalah bermedia (mediated) dan interaksi bermedia berbeda dengan interaksi personal. Pertama, potensi masukan yang diindera penerima lebih terbatas. Kedua, penerima pesan bermedia mempunyai sedikit control atau tidak mempunyai control sama sekali atas sumber-sumbernya – yakni, umpan baliknya sangat terbatas. Akhirnya sumber-sumber pesan bermedia diketahui baik secara terbatas atau tidak diketahui sama sekali, hanya dibayangkan.
Ciri paling utama dari media massa adalah bahwa mereka dirancang untuk menjangkau banyak orang. Khalayak potensial dipandang sebagai sekumpulan besar dari konsumen yang kurang lebih anonym, dan hubungan antara pengirim dan penerima dipengaruhi olehnya. ‘pengirim’ seringkali merupakan lembaga itu sendiri atau seorang komunikator professional (jurnalis, presenter, produser, penghibur, dan lain-lain) yang dipekerjakan oleh lembaga tersebut. Jika bukan, maka suara masyarakat yang mendapatkan atau membeli akses kepada saluran media (pengiklan, politisi, pengkhotbah, pengacara, dan sebagainya). Hubungan tersebut secara tidak terhindarkan bersifat satu arah, satu sisi, dan tidak personal dan terdapat jarak sosial dan antarpengirim dan penerima. Pengirim biasanya memiliki kekuasaan lebih besar, kehormatan, atau keahlian daripada penerima.


B.     Proses Komunikasi Massa

Komunikasi massa dalam prosesnya melibatkan banyak orang yang bersifat kompleks dan rumit.  Menurut McQuail (1999)  proses komunikasi massa terlihat berproses dalam bentuk:
1.   Melakukan distribusi dan penerimaan informasi dalam skala besar. Jadi proses komunikasi massa melakukan distribusi informasi kemasyarakatan dalam skala yang besar, sekali siaran atau pemberitaan jumlahdan lingkupnya sangat luas dan besar.
2.   Proses komunikasi massa cenderung dilakukan melalui model satu arah yaitu dari komunikator kepada komunikan atau media kepada khalayak.  Interaksi yang terjadi sifatnya terbatas.
3.   Proses komunikasi massa berlangsung secara asimetris antara komunikator dengan komunikan.  Ini menyebabkan komunikasi antara mereka berlangsung datar dan bersifat sementara. Kalau terjadi sensasi emosional sifatnya sementara dan tidak permanen. 
4.   Proses komunikasi massa juga berlangsung impersonal atau non pribadi dan anonim.
5.   Proses komunikasi massa juga berlangsung didasarkan pada hubungan kebutuhan-kebutuhan di masyarakat. Misalnya program akan ditentukan oleh apa yang dibutuhkan pemirsa.  Dengan demikian media massa juga ditentukan oleh rating yaitu ukuran di mana suatu program di jam yang sama di tonton oleh sejumlah khalayak massa.

C.    Efek Komunikasi Massa

a.      Efek Komunikasi Massa Terhadap Individu

Efek komunikasi massa berkaitan erat dengan karakter yang dimiliki oleh seseorang. Dalam kehidupan manusia, setiap individu memiliki karakter yang berbeda-beda. Berbagai efek komunikasi massa yang dapat memengaruhi individu, baik dari segi kognitif, afektif, dan behavioral. Berikut penjelasannya:
a)      Efek Kognitif
Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang bagaimana media massa dapat membantu individu dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya. Contohnya, dengan kita mendapatkan informasi dari media massa misalnya Koran Seputar Indonesia, kita akan menduga bahwa Indonesia ini dipenuhi dengan tindakan perkosaan, penganiyaan dan kriminal. Dengan melihat acara kriminal di televisi, kita cenderung mengatakan bahwa di sekitar kita sudah tidak aman lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa naik surat kabar maupun televisi dapat menonjolkan situasi atau orang tertentu di atas situasi atau orang yang lain. Media massa melaporkan dunia nyata secara selektif, maka sudah tentu media massa akan mempengaruhi pembentukan citra tentang lingkungan sosial yang dan tidak cermat. Efek Prososial Kognitif adalah bagaimana media massa memberikan manfaat yang dikehendaki oleh masyarakat. Bila televisi menyebabkan kita lebih mengerti tentang pendidikan yang baik dan benar, maka televisi telah menimbulkan efek prososial kognitif.

b)      Efek afektif
Efek ini kadarnya lebih tinggi daripada efek kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan sekedar memberitahu khalayak tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya. Kegembiraan juga tidak dapat diukur dengan tertawa keras ketika menyaksikan adegan lucu. Tetapi para peneliti telah berhasil menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas rangsangan emosional pesan media massa. Faktor-faktor tersebut antara lain :
Ø  Suasana emosional, menonton sinetron di televisi atau membaca novel akan dipengaruhi oleh suasana emosional kita. Adegan-adegan lucu akan menyebabkan kita tertawa terbahak-bahak bila kita menontonnya dalam keadaan senang.
Ø  Skema Kognitif, merupakan naskah yang ada dalam pikiran kita yang menjelaskan tentang alur peristiwa. Kita tau bahwa dalam sebuah film action sang jagoan pada akhirnya akan menang.
Ø  Suasana Terpaan (Setting Exposure). Kita akan tertarik menonton tayangan sesuai yang kita rasakan. Misalnya ketika kita sedang sakit gigi, kita akan lebih tertarik menyaksikan tayangan iklan obat sakit gigi dari pada menyaksikan tayangan sinetron.
Ø  Predisposisi Individual, mengacu pada karakteristik khas individu. Orang yang melankolis cenderung menanggapi tragedi lebih emosional daripada orang yang periang. Orang yang periang akan senang bila melihat adegan-adegan lucu atau film komedi daripada orang yang melankolis. Beberapa penelitian membuktikan bahwa acara yang sama bisa ditanggapi berlainan oleh orang-orang yang berbeda.
Ø  Faktor Identifikasi, menunjukkan sejauh mana orang merasa terlibat dengan tokoh  yang ditonjolkan dalam media massa. Dengan identifikasi, penonton, pembaca atau pendengar menempatkan dirinya dalam posisi tokoh tersebut. Misalnya pada saat pertandingan FIFA tahun lalu, TIMNAS Indonesia menang melawan Malaysia, penggemar sepak bola tanah air merasa ikut gembira
c)      Efek Behavioral
Efek behavioral merupakan akibat yang timbul pada diri individu dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan. Contohnya pada adegan kekerasan di TV membuat orang menjadi beringas, siaran memasak di tv membuat ibu-ibu lebih gemar memasak dan kreatif. Namun ada juga laporan bahwa film tidak sanggup memotivasi remaja perkotaan untuk menghindari pemakaian obat-obat terlarang.

b.      Efek Komunikasi Massa Terhadap Masyarakat Sosial

Sebagai mana komunikasi massa memiliki keterkaitan dengan media massa. Keberadaaan media massa dalam menyajikan informasi cenderung memicu perubahan serta banyak membawa pengaruh pada penetapan pola hidup masyarakat. Beragam informasi/pesan yang disampaikan dinilai dapat memberi pengaruh yang berwujud positif maupun negatif.
Masyarakat akan menilai berdasarkan pembawaan, interaksi, serta cara berfikir seseorang sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh media. Media massa secara tidak langsung akan mengajak masyarakat untuk memberikan penilaian yang sama terhadap seseorang berdasarkan penilaian dari media massa itu sendiri.Secara perlahan-lahan namun efektif, media massa membentuk pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.
Pesan/informasi yang disampaikan oleh media massa bisa jadi mendukung masyarakat menjadi lebih baik, sehingga membuat masyarakat merasa senang akan diri mereka dan merasa cukup. Namun, bisa juga sebaliknya yakni mengempiskan kepercayaan dirinya atau merasa rendah dari yang lain. Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media massa dapat terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup.Perubahan gaya hidup dalam hal peniruan atau imitasi secara berlebihan terhadap diri seorang firgur yang sedang diidolakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari media massa. Biasanya seseorang akan meniru segala sesuatu yang berhubungan dengan idolanya tersebut baik dalam hal berpakaian, berpenampilan, potongan rambutnya ataupun cara berbicara yang mencerminkan diri idolanya (Trimarsanto, 1993:8). Secara sosio-psikologis, arus informasi yang terus menerpa kehidupan kita akan menimbulkan berbagai pengaruh terhadap perkembangan jiwa, khususnya untuk anak-anak dan remaja. Pola perilaku mereka, sedikit demi sedikit dipengaruhi oleh apa yang mereka terima yang mungkin melenceng dari tahap perkembangan jiwa maupun norma-norma yang berlaku. Hal ini dapat terjadi bila tayangan atau informasi yang seharusnya dikonsumsi oleh orang dewasa sempat ditonton oleh anak-anak (Amini, 1993)

c.       Efek Komunikasi Massa Terhadap Kebudayaan

Komunikasi massa tidak hanya berpengaruh terhadap individu maupun masyarakat sosial, melainkan juga memiliki pengaruh besar terhadap kebudayaan. Dalam pembahasan mengenai efek komunikasi massa terhadap kebudayaan, digunakan landasan teori Cultural Studies, dimana manusia, komunikasi, masyarakat, dan budaya dianggap saling berkaitan dan memiliki pengaruh satu sama lain. Seiring dengan berkembangnya zaman, komunikasi massa yang disebarluaskan melalui media massa sudah dianggap penting, sehingga menimbulkan ketergantungan bagi audiance, baik itu dalam mencari berbagai informasi, pengetahuan, maupun dalam hal menyelesaikan suatu masalah. Hal tersebut dapat memberikan dampak terpengaruhnya pemikiran-pemikiran sehingga terjadi perubahan kebudayaan, baik itu perubahan secara positif maupun negatif. Jenis-jenis efek yang dapat terjadi pada kebudayaan akibat adanya komunikasi massa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a)      Kognitif
Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang bersifat informatif bagi dirinya. Efek kognitif membahas bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya. Terhadap kebudayaan, komunikasi massa dapat pula memberikan efek timbulnya stereotip, dimana terbentuknya gambaran umum tentang individu, kelompok, profesi, atau masyarakat yang tidak berubah-ubah, bersifat klise, dan seringkali timpang dan tidak benar. Sebagai contoh, komunikasi massa memberikan suatu informasi bahwa masyarakat suku B selalu melakukan kekerasan, sehingga masyarakat lainnya beranggapan bahwa seluruh masyarakat B memiliki sifat yang keras dan kasar.
Tetapi dengan adanya komunikasi massa, dapat timbul pembentukan sikap positif, penyampaian nilai-nilai, serta perluasan sistem keyakinan masyarakat. Contohnya, apabila suatu media massa menyampaikan informasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka suatu budaya khususnya masyarakat Indonesia akan terdorong untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pula.

b)      Afektif
Komunikasi massa tidak sekadar menyampaikan sebuah informasi kepada komunikan, melainkan dapat menimbulkan dampak berupa perasaan-perasaan yang mewakili, seperti ketakutan atau kecemasan, gembira, marah, terharu, dan lain sebagainya. Contohnya adalah ketika suatu masyarakat mengetahui semakin mudahnya budaya barat masuk ke Indonesia melalui berbagai media massa, timbul kecemasan masyarakat terutama kekhawatiran orangtua akan dampak yang didapatkan pada anak-anak mereka yang hanya bisa meniru tanpa memilah mana yang baik. Adapun contoh lain yang dapat memberikan dampak posiif, yakni masyarakat senang bisa mengenal budaya lain baik dari luar negeri maupun dalam negeri, sehingga mereka bisa mengetahui banyak informasi mengenai budaya dari daerah atau negara lain.

c)      Behavioral
Efek behavioral merupakan akibat yang timbul dari proses komunikasi massa, yang bebentuk perilaku, tindakan, kegiatan, serta kebiasaan. Behavioral dapat memberikan dampak lain, seperti mengaktifkan atau meredakan,  dapat membentuk isu tertentu atau mencari penyelesaiannya,  dan menjangkau serta menyediakan strategi untuk suatu aktivitas (menyebabkan perilaku dermawan). Contohnya komunikasi massa tentu saja berhubungan dengan media massa. Yang mana saat ini media massa yang paling populer adalah gadget. Ketika seseorang terlalu focus atau lebih banyak waktunya dengan dunia maya, orang tersebut otomatis tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya sehingga apabia seseorang tersebut yang seharusnya ketika bertemu dengan orang lain harus menyapa, tapi justru menjadi orang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Hal itu menyebabkan meningkatnya kebudayaan individualisme, sehingga berkurangnya rasa kepedulian terhadap sesama.

BAB III
PENUTUP


A.      Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan diatas mengenai efek komunikasi massa terhadap individu, masyarakat sosial maupun kebudayaan dapat disimpulkan bahwa ketiga objek ini memiliki keterkaitan, yang mana dalam menerima efek maupun dampak yang didapatkan dari komunikasi massa ini tergantung pada masing-masing individu atau masyarakat sosial dalam menerima informasi. Tentu saja komunikasi massa memberikan dampak yang cukup besar bagi penerima informasi. Sebagai komunikan, apabila dari komunikasi massa ini mereka dapat memilih dan memilah mana yang baik maka dapat memberikan efek atau dampak yang positif baik pada pendidikan karakter, pola perilaku, pola gaya hidup, kebudayaan, dan masih banyak lagi. Kemudian dari persepsi masing-masing penerima yang berbeda dapat memberikan penilaian yang berbeda-beda pula.



DAFTAR PUSTAKA


Hadi, S. (2012, January 5). Efek Komunikasi Massa Terhadap Budaya. Dipetik 2016, dari Makalah dan Prposal: http://rajul-al.blogspot.co.id/2012/01/efek-komunikasi-massa-terhadap-budaya.html
McQuail, D. (2011). Teori Komunikasi Massa Mcquail, Edisi 6. Jakarta: Salemba Humanika.


Share: